Senin, 08 April 2013

berat 1000 benih


Mengetahui berat 1000 butir benih
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Pemilihan biji untuk bahan tanam (benih,bibit) harus diperhatiakn betul agar produksi tanamanya mencapai hasil yang maksimal. Sertifikasi benih bertujuan untuk memelihara kemurnian dan mutu benih dari varietas unggul serta mennyediakan scara kontiyu kepada petani. Sertivikasi benih dimaksut sebagai pelayanan terhadap produsen, penangkar benih dan pedagang benih.

Sutu varietas dapat disertifikasi bila telah dianjurkan oleh team penilaian dan pelepas varietas dari Badan Nasional dan disetujui oleh menteri. Benih bina adalah jenis tanaman yang benihnya sudah ditetapkan untuk diatur dan diawasi dalampemasaranya berdasarkan peraturan yang berlaku.

Penentuan benih dapat dilakukan dengan menetukan bobot 1000 biji. Dengan mengetahui biji yang besar atau berat berarti menandakan biji tersebut pada saat dipanen sudah dalam keadaan yang benar-benar masak, karena biji yang baik untuk ditanam atau dijadikan benih adalah biji yang benar-benar masak. Penggunaan bobot 1000 biji adalah untuk mencari bobot rata-rata yang dapat menyebabkan ukuran benih yang konstan dalam beberapa spesies karena penggunaan contohnya terlalu banyak, hal ini dapat menutupi variasi dalam tiap individu tumbuhan
B. Tujuan
Mahasiswa Mengetahui berat 1000 butir benih.
Mahasiswa mampu menghitung berat 1000 butir.
BAB II
METODOLOGI
A.Waktu dan Tempat.
- Waktu - Tempat
8 –April 2011 Lab Teknologi Produksi Benih.
B.Alan dan Bahan.
-Alat -Bahan
ü Timbangaan analitik - Benih Jagung dan Padi.
ü Sendok
ü Baki
ü Label nama
ü Spatula
ü Alat tulis
ü Petridis
ü Wadah kedap udara
C.Prosedur Kerja
Æ Menyiapkan alat dan Bahan,
Æ Melakukan penghitungan benih dengan menggunakan tangan dan menghitung benih hingga berjumlah 100 butir.
Æ Lakukan hal yang sama hingga 8 kali.
Æ Namun untuk menhemat waktu pengitungan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin penghitung benih ( seed counter)
Æ Lakuakan pengitungan nilai variance,koefisien keragaman,standart deviasi dan berat 100 butir benih.
BAB III
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Berdasarkan 8 x 100 butir benih.
Hasil penimbangan benih padi
No
Ulangan
Berat (x) gram
X2 gram
1
X1
2,542
6,461
2
X2
2,459
6,047
3
X3
2,3 76
5,645
4
X4
2,485
6,175
5
X5
2,495
6,225
6
X6
2,397
5,746
7
X7
2,382
5,674
8
X8
2,542
6,462

Jumlah
19,678
48,435
Rata-rata

2,460



v Nilai varience (ragam)
V = n(∑x2)-(∑x)2
n(n-1)
= 8(48,44)-(19,678)2
8(8-1)
= 0,3
56
= 0,0053.
v Standar deviasi
S = V
= 0,0053
= 0,073.
v Koefisien variasi
KF = S
X
= 0,073
2,460
= 2,967 gram.
v Berat 1000 butir benih
= 10 x X
= 10 x 2,460
= 24,60 gram
ü Berdasarkan satu kali penimbangan benih 1000 butir.
Hasil penimbangan 1000 butir benih dengan cara satu kali yaitu 25,53 gram.

B. Pembahasan.
Pengujian benih merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman di lapangan. Oleh karena itu, komponen-komponen mutu benih yang menunjukan korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapang harus dievaluasi dalam pengujian. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA, dan beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran, struktur, pola perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam petunjuk ini. Beberapa penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur pengujian benih. Pengujian benih mencakup pengujian mutu fisik fisiologi benih.
Untuk menyediakan benih perlu diperhatikan daya tumbuhnya, semakin rendah daya tumbuhnya maka semakin bayak biji yang diperlukan sebagai benih. Kebutuhan biji persatuan luas harus mempertimbangkan jarak tanam, isi tiap lubang, daya kecambah, berat 1000 biji dan kebutuhan benih untuk sulaman.Kelebihan dengan menggunakan teknik berat 1000 butir adalah untuk mencari bobot rata-rata yang dapat menyebabkan ukuran benih yang konstan dalam beberapa spesies karena penggunaan contohnya terlalu banyak, hal ini dapat menutupi variasi dalam tiap individu tumbuhan. Bobot 1000 biji padi dibedakan menjadi 3 kategori yaitu bobot 1000 biji berukuran kecil apabila kurang dari 20 gr, ukuran sedang antara 20-25 gr, dan untuk ukuran besar lebih dari 25 gr.Selain itu,Pengukuran berat 1000 buti Dapat dipergunakan untuk menegtahui jumlah benih per kg dari suatu jenis yang dapat dijadikan standar dalam perencanaan kebutuhan benih untuk persemaian maupun penanaman dilapangan.
Bobot 1.000 biji merupakan berat nisbah dari 1.000 butir benih yang dihasilkan oleh suatu jenis tanaman atau varietas. Salah satu aplikasi penggunaan bobot 1.000 biji adalah untuk menentukan kebutuhan benih dalam satu hektar. Penentuan benih dapat dilakukan dengan menetukan bobot 1000 biji. Dengan mengetahui biji yang besar atau berat berarti menandakan biji tersebut pada saat dipanen sudah dalam keadaan yang benar-benar masak, karena biji yang baik untuk ditanam atau dijadikan benih adalah biji yang benar-benar masak. Penggunaan bobot 1000 biji adalah untuk mencari bobot rata-rata yang dapat menyebabkan ukuran benih yang konstan dalam beberapa spesies karena penggunaan contohnya terlalu banyak, hal ini dapat menutupi variasi dalam tiap individu tumbuhan
BAB IV
KESIMPULAN
Æ Berdasarkan satu kali penimbangan benih 1000 butir.
Hasil penimbangan 1000 butir benih dengan cara satu kali yaitu 25,53 gram.
Æ Dengan mengetahui biji yang besar atau berat berarti menandakan biji tersebut pada saat dipanen sudah dalam keadaan yang benar-benar masak, karena biji yang baik untuk ditanam atau dijadikan benih adalah biji yang benar-benar masak.

Pengambilan contoh benih

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kepastian mutu suatu kelompok benih yang diedarkan dan digunakan untuk penanaman sangat diperlukan untuk menjamin baik pengguna, pengedar, maupun pengada. Aspek legal dari mutu benih ini memerlukan perangkat berupa metode pengujian yang standar. Metode ini diharapkan mampu memberikan hasil yang seragam apabila pengujian terhadap suatu kelompok benih dilakukan oleh institusi yang berbeda.
Standar metode pengujian mutu benih yang ada selama ini mengacu pada ketentuan ISTA. Sebagai langkah pertama dalam pengujian mutu benih adalah menyediakan contoh benih yang dapat dianggap seragam dan memenuhi persyratan yang telah ditentukan oleh ISTA.
Tujuan penarikan contoh adalah untuk mendapatkan contoh benih yang mewakili kelompok benih dalam jumlah yang cukup untuk keperluan pengujian mutu benih. Prinsip pengambilan cotoh benih adalah mengambil benih dari beberapa bagian dari suatu kelompok benih yang kemudian dicampur menjadi satu. Penarikan contoh dilakukan dengan mengambil benih dari berbagai sudut pada wadah terpilih dalam jumlah yang sama.
Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah Nobbe trier atau spear dan devider conical. Nobbe trier atau spear sebagai alat untuk pengambilan contoh benih sedangkan devider conical adalah sebagai alat pembagi benih dalam jumlah yang sama.
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah
v Agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara atau kegiatan pengambilan contoh benih.
v Untuk mendapatkan contoh benih yang mewakili kelompok benih dalam jumlah yang cukup untuk keperluan pengujian mutu benih.
BAB II
METODOLOGI
A. Waktu dan tempat
- Waktu pelaksanaan praktikum : Jum’at 25 Maret 2011.
- Tempat pelaksanaan praktikum : di Laboratorium Pengujian Mutu Benih.
B. Alat dan bahan
- Alat yang di gunakan adalah: Stick trier, Seed devider conical, Timbangan digital, Timbangan analitik, Kalkulator, Baki, Kertas timbangan dan Sendok.
- Bahan yang digunakan adalah: Benih padi varietas IR 64
C. Langkah kerja
1. Menusukkan stick trier pada lubang yang pertama, menggoyang-goyangkannya pada karung tersebut dan di tamping pada wadah.
2. Menusukkan stick trier pada lubang ke dua karung terletak pada bagian tengah karung.
3. Menusuk stick trier pada lubang yang ke tiga pada bagian atas karung.
4. Menimbang benih padi pada timbangan seberat 826 gr ( contoh kirim adalah 826 gr varietas IR 64).
5. Mengambil kembali benih seberat 100 gr untuk kadar air.
6. Membagi benih menjadi 2 bagian dengan menggunakan seed devider conical.
7. Pada 1 wadah benih digunakan untuk arsib.
8. 1 wadah lagi di bagi menjadi dua bagian sampai benih seberat 72,59 atau sampai terakhir pada pembagian sesuai skema.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
826
413

413

206,5

206,5

51, 625

51,625

25,8125

25,8125

12,90625

12,90625

6, 453125

6, 453125

3,22

3,22

1,613

1,613

10,080

10,080
9. Timbangan akhir 71,46 untuk contoh kerja.
10. Timbangan 826 untuk contoh kirim.
11. Timbangan 100 untuk kadar air.
Alat yang digunakan:
Nobbe trier atau spear Devider conical (Alat pembagi).
B. Pembahasan
Yang harus dilakukan dalam pengujian mutu benih adalah menyediakan contoh benih yang dapat dianggap seragam dan memenuhi persyratan yang telah ditentukan oleh ISTA. Tujuan penarikan contoh adalah untuk mendapatkan contoh benih yang mewakili kelompok benih dalam jumlah yang cukup untuk keperluan pengujian mutu benih.
Prinsip pengambilan cotoh benih adalah mengambil benih dari beberapa bagian dari suatu kelompok benih yang kemudian dicampur menjadi satu. Penarikan contoh dilakukan dengan mengambil benih dari berbagai sudut pada wadah terpilih dalam jumlah yang sama. Pada saat penarikan contoh, Nobbe trier dimasukkan dengan cara menusukkan ke dalam wadah benih, kemudian digoyang-goyang agar benih keluar dari lobang Nobbe trier. Dan ditampung dalam wadah. Kemudian lakukan penimbangan dengan timbagan digital lalu dibagi dengan menggunakan Devider conical. Berikut berbagai contoh pengambilan benih
o Contoh kirim (submitted sample)
Berasal dari contoh campuran yang telah dikurangi, sesuai dengan berat minimum yang telah ditetapkan oleh peraturan ISTA. Contoh berat minimum tanaman padi adalah Padi : 1.000 gram.
o Contoh kerja (working sample)
berasal dari submitted sample. Untuk mendapatkan contoh uji yang seragam, maka submitted sample harus diaduk terlebih dahulu didalam suatu alat pengaduk (mixer) kemudian baru diacak. Ada beberapa metode pengacakan yaitu :
1. Metode pembagi secara mekanik (mechanical divider method)
v Conical divider (Boerner type)
v Soil divider
v Centrifugal divider (Gamet type)
2. Metode pengacakan dengan cangkir (random cups method)
3. Metode sendok (spoon method)
o Ketentuan penarikan contoh
a. Pengambilan contoh dari suatu kelompok benih dilakukan secara manual
b. Pengambilan contoh dilakukan oleh petugas yang terlatih atau berpengalaman dalam penarikan contoh benih dan atas pemintaan petugas, pemilik benih memberikan informasi tentang kelompok benih. (Sumber : SNI 01-7136-2005 - Badan Standarisasi Nasional)
Contoh primer (primary sample) contoh primer dapat diambil dengan tangan atau dengan “seed trier” yaitu suatu alat untuk mengambil contoh benih. Apabila menggunakan tangan maka pengambilan contoh benih harus dilakukan pada kedalaman lebih dari 40 cm dari wadah atau bulk. Dalam beberapa hal dan untuk species tertentu, terutama yang benihnya sukar dialirkan, cara pengambilan contoh benih dengan tangan lebih memuaskan. Tetapi cara yang lebih umum dengan menggunakan seed trier. Alat ini terbuat dari pipa logam yang mempunyai celah-celah atau lubang-lubang di satu sisi melalui mana contoh benih dapat mesuk. Terdapat beberapa bentuk dan ukuran seed trier, tergantung pada ukuran benih. Namun pada praktikum kali ini benih padi yang dialirkan sangat mudah. Jadi tidak ada kendala dalam pengambilan contoh benih.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil praktikum ini dapat disimpulkan bahwa:
i. Tujuan penarikan contoh adalah untuk mendapatkan contoh benih yang mewakili kelompok benih dalam jumlah yang cukup untuk keperluan pengujian mutu benih. Prinsip pengambilan cotoh benih adalah mengambil benih dari beberapa bagian dari suatu kelompok benih yang kemudian dicampur menjadi satu. Penarikan contoh dilakukan dengan mengambil benih dari berbagai sudut pada wadah terpilih dalam jumlah yang sama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar